Wednesday, 31 December 2014

Da aku mah apa atuh? #MEmoryeah2014



“Fan aku mau kita break dulu, aku mau fokus belajar” diam diam gue membaca pesan singkat yang baru masuk, dari pacar gue. Selesai membaca pesan singkat itu hanya pandangan hampa yang terlihat dari pancaran sinar mata gue.

Memory demi memory terlintas di dalam lamunan gue, pedih yang gue rasakan saat itu sangatlah menyiksa hati ini. Gue terhanyut dalam lautan kenangan ketika bersama dia

Di pelabuhan Sunda Kelapa


Di pelabuhan Sunda Kelapa

Di pelabuhan Sunda Kelapa

Gue selalu berusaha untuk menjalin hubungan kasih yang serius dengan wanita, dengan alasan inilah yang membuat gue menilai sang kekasih hati bukan orang yang tepat untuk gue dan membuat gue memilih berpisah dengan sang pujaan hati, karna bagi gue break itu tanda ketidak seriusan orang dalam menjalani suatu jalinan asmara

Detik, menit, jam, hari gue lewati dengan hati yang hancur pasca berhenti memadu kasih. Perasaan ini semakin lama semakin tidak karuan. Hingga suatu saat..

“Truth or dare?” seorang wanita (yang kata orang) berwajah galak− panggil saja Echa − menanyakan itu pada gue. Tentu saja dare menjadi pilihan gue karna takut ditanya hal yang aneh-aneh.

“Ikutin gue ya, DO YOU WANT TO BUILD A SNOWMAN?” bukannya memperhatikan ucapannya, tapi gue malah memperhatikan cara dia mengucapkan. Dalam lamun gue berkata, “aduhai, imut sekali muka lo”

“Ih irfan, cepetan tiruin guee” entah kenapa suaranya terdengar imut, tidak seperti biasanya.

“Hah? Coba ulangin lagi dong” alasan gue untuk mendengar lantunan nada yang indah dari dia. Kedua kali dia mengucapkan kalimat yang diucapkan oleh elsa di film frozen itu membuat jantung gue berdebar. “Oh Tuhan, apakah aku telah jatuh cinta kepadannya?” gue merenung di dalam hati.

Dewi fortuna berada di pihak gue, semua bubar ketika gue berhasil menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh Echa, hal ini memberikan gue kesempatan untuk menghirup udara segar di luar kelas. Kembali gue membatin sendirian, “kalau dipikir-pikir dia cantik juga ya, manis pula”. Sedikit demi sedikit ia mulai membuat gue melupakan sang mantan.

Penampakan Echa

Penampakan Echa


Hari demi hari, semakin gue lirik dia, semakin membuat gue terpesona. Perasaan gue kepadanya semakin bergejolak, menghilangkan perasaan gue dari sang mantan. Sembari perasaan ini semakin  berapi-api, gue hanya bisa diam, tidak mendekatinya, memastikan apakah gue telah jatuh cinta padanya atau hanya seperti yang lalu-lalu, sekedar suka dan berubah menjadi sayang.

Hujan berubah menjadi kemarau, basah berganti menjadi kering.

Sang mentari bersinar cerah, memancarkan cahaya hangat yang menghangatkan perasaan ini. Hari kelulusan tiba, sedangkan gue belum mendekatkan diri ke sang pujaan hati. Sedari awal gue bertemu dengannya, gue sadar kalau dia tidak akan pernah bisa gue miliki. Da gue mah apa atuh di mata dia? Dianggap seorang teman pun gue sudah senang.

Siang berganti malam, sang rembulan digantikan sang mentari. Gue berusaha melupakannya, tapi apa? gue tak mampu. Berbagai cara gue lakukan untun melupakannya, mencari kawancut perempuan di kancut keblenger, cari kenalan di masih jomlo di suatu web anak muda bahkan ke panti jompo.

Gue tahu, perasaan ini tidak akan menghilang bila belum ada kepastian, kalau dia mempunyai perasaan yang sama. Hingga tiba saat, gue membulatkan tekad untuk menyatakan cinta kepada sang pujaan hati. Berbagai strategi gue persiapkan hanya untuk menyatakan cinta.

Saat tiba mengeksekusi strategi

“Lo pingin tau siapa yang gue suka?” dia menghiraukan perkataan gue sembari berjalan cepat kearah mobilnya. “yang gue suka itu lo cha” tepat di depan pintu mobilnya gue Cuma bisa berkata seperti itu.

Reaksi dia sama seperti yang gue bayangkan, “ah apaansih? Ga ngerti, ga jelas lo ah”, dengan reaksi seperti itu, kini gue tau dia tidak memiliki perasaan kepada gue, tapi setidaknya hati ini mendapatkan kejelasan.

Semenjak saat itu hati gue menjadi sangat berantakan, membuat gue mudah suka kepada wanita manapun, hingga suatu saat gue bertemu dengan seorang wanita yang berbeda dengan wanita lainnya− Namanya Rani.

Gue dan dia memang tidak dikelas yang, tapi kami sekelas di kelas lintas minat, eksul, dan lomba−dimana gue mulai merasakan suatu getaran hati. Dengan alasan lomba, gue mulai mencoba mendekatinya, tentunya membuat kami sangat akrab.

Namun tak disangka, saat gue mengutarakan perasaan ini padanya, dia memiliki perasaan yang sama. Gue tidak langsung menyatakan cinta padanya dikarnakan takut dia bukan yang terbaik untuk gue. Hari demi hari terlewati, perasaan ini semakin bergejolak, menghilangkan perasaan gue pada Echa.

Tepat 3 hari setelah gue mengutarakan perasaan, gue mengajak dia untuk menjalin suatu jalinan asmara. Entah kenapa dia menjawab iya untuk menjadi kekasih gue, tapi sungguh gue sangat menyayangi dia sepenuh hati dengan tulus hingga sekarang.

Gue dan Rani CFD-an di HI

Jalan di mal

Kini gue sadar, cinta tidak akan datang tiba-tiba tapi cinta akan datang karna terbiasa, selalu bersama oleh karna itu pendekatan secara hati dan raga sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hati sang pujaan hati.

16 comments:

  1. .... *gak tau mau komentar apa*
    oh iya, sebutan untuk kawancut perempuan namanya perawancut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe sebenernya saya udah tau, cuma sebagai pelengkap syarat ada kata kawancut hehe

      Delete
  2. cpcpcp. cinta cinta. cpcpcp *suara cecak*
    salam kenal yaa. kalo berkenan visit back ke katamiqhnur.com juga yaa...
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. iya, nanti saya usahakan buka

      Delete
  3. ciecie perjalanan cinta yang berliku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe soalnya kalau lurus saja ga seru hehe

      Delete
  4. Ciee... cieee... rasanya kalah nih, aku belum punya pacar, haghaghag. Jaga Rani baik-baik yee, uwuwuw :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiwhiw, gapapa belum ada pacar yang penting berkarya:) siap! hiwhiw:))

      Delete
  5. Echanya buat gue aja, hahaha :D
    longlast sama Rani :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh, mau gue kenalin yog? ah jangan deh, buat masuk daftar calon istri gue tuh:) haha
      Aamin yog, makasih dan cepat move on dari gadis hujan

      Delete
  6. Fan kok gue gadiceritain sih. Kita kan mantanan... seatmate

    ReplyDelete
    Replies
    1. tunggu ya gue cari kenangan termanis kita:))

      Delete
  7. WAHAHAHA di foto nya ada gue XD. Ty irfan wkwkwk. Btw lo berani juga sebut merek ceweknya fan. Gue jadi tau deh :o. Btw nice post gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. lo yang mana ya?*amnesia* haha sama sama.. yoi dong pasti itumah.. tau apa nih? makasih sist..

      Delete

Untuk kamu, iya, kamu, yang udah mau baca tulisan gue, makasih banget ya.
Tolong dikomentari ya, supaya tulisan-tulisan gue bisa lebih bagus lagi. Komentarnya yang sopan dan ga menyingung, atau akan gue hapus.
Buat yang mau nge-Copy tulisan gue boleh kok, asal ditulis siapa penulis aslinya dan link aslinya.
Makasih.