Monday, 29 December 2014

are we human?



Ini adalah sebuah renungan untuk tidak direnungkan.

Sebagaimana ini sebuah renungan untuk tidak direnungkan, ada baiknya ketika membacanya dengan memasang lagu mellow, jangan dijah yellow. Mohon maaf bila ada beberapa orang yang merasa tersakiti ketika membaca tulisan ini.
**

Nama saya Uta, seorang arsitek terkenal  di salah satu kota di Indonesia. Saya hidup sendirian semenjak saya berumur 23 tahun. Waktu itu saya pergi meninggalkan rumah dan orang tua saya karna harus kuliah di luar negeri untuk melanjutkan study S-2 saya.

Hidup saya yang sekarang sangat berbeda dengan hidup saya dimasa lalu, sewaktu saya masih berumur 14 tahun. Waktu itu hidup saya sangatlah kacau balau, semua anggota keluarga saya mengatakan hal yang sama ke saya yang tentunya saja membuat saya semakin terjatuh kedalam kepedihan.

Kira-kira beginilah yang dibilang oleh anggota keluarga saya:

“DASAR KAMU MANUSIA TAK TAHU DIUNTUNG!  PERGI KAMU DARI RUMAH ATAU SAYA YANG PERGI DARI RUMAH!” sambil membanting pintu kamar dengan kerasnya, ayah saya berkata seperti itu. Dia berkata seperti itu ketika saya pulang hangout bareng teman-teman saya. Kebetulan saya pulang malam sekitar jam 12 waktu itu.

“KAMU ITU MAU JADI APA SIH?! KAKAK MALU PUNYA ADEK KAYAK KAMU!” sembari mengusir saya dari kamarnya ketika saya membuang gas di hadapan teman-temannya.

“KAMU GAK TAU DIRI BANGET YA! MAU JADI APA KAMU NANTI?! GA AKAN  SUKSES KAMU KALO KAYAK GINI TERUS!” ucapan mama saya ketika saya harus tinggal kelas. inilah yang membuat saya sadar saya harus berubah.

Dan sebenarnya masih banyak lagi yang diucapkan oleh anggota keluarga saya. Semua hal itu awalnya membuat saya tenggelam dalam kesedihan, namun saya sadar, bila saya tidak bangkit dan berubah saya tidak akan bisa membahagiakan orang tua saya.

Dengan tekad kuat saya memberani kan diri saya untuk meminta maaf kepada semua anggota keluarga saya yang sempat hatinya terlukai oleh perilaku saya. Sedikit demi sedikit hidup saya berubah menjadi baik, hingga saya bisa sukses seperti saat ini.
**


Kawan, banyak orang tua, termasuk orang tua saya yang sering bilang ke saya, “kamu ini belom jadi apa-apa, kalo kamu udah jadi orang kamu baru boleh bangga!”.

Kawan lihatlah ke semua hal yang sekarang kamu miliki, apakah semua itu milik kita? Apakah semua itu didapatkan dengan usaha kita?

Kawan ingatlah, semua hal yang kita miliki sekarang bukanlah milik kita, semua masih milik orang tua kita.

Kawan ingatlah tugas kita adalah belajar dengan benar, bukan hanya untuk bersenang-senang dengan harta orang tua.

Kawan….

Apakah kita sudah menjadi manusia yang benar?

Apakah kita sudah meraih semua cita-cita?

Apakah kita sudah menjadi orang sukses

Are we human? I’m not.

2 comments:

  1. haha kurang greget bro.. tapi lumayan lah, untuk mengingatkan orang yang suka menghabiskan harta orang tuanya, semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha gue juga mikir gitu pas bacanya, tapi ga tau harus dikasih bumbu apa nih

      Delete

Untuk kamu, iya, kamu, yang udah mau baca tulisan gue, makasih banget ya.
Tolong dikomentari ya, supaya tulisan-tulisan gue bisa lebih bagus lagi. Komentarnya yang sopan dan ga menyingung, atau akan gue hapus.
Buat yang mau nge-Copy tulisan gue boleh kok, asal ditulis siapa penulis aslinya dan link aslinya.
Makasih.