Wednesday, 7 June 2017

Mengapa kangen itu terasa menyiksa?

Siapa yang tak pernah merasakan kangen? Semua orang pasti pernah mekangenkan seseorang dalam hidupnya. Kangen juga tak hanya kepada seseorang saja, namun bisa juga untuk suatu benda atau suatu keadaan yang sudah tak lagi berlangsung seperti kangen masa sekolah, kangen liburan atau bahkan kangen masa PDKT sebelum pergi menjauh.


Ketika merasakan kangen, terkadang suasana hati berubah menjadi mellow. Terutama mekangenkan sesuatu yang special untuk diri kita tapi kita tau hal itu sulit untuk ada lagi, seperti kangen motor yang sudah dicuri, tapi lebih mellow lagi ketika rasa kangen kita tak terbalas sih!! Hih.

Sering kali kangen itu menyiksa hati. Kok bisa ya?

1.       Apa yang dimau tak ter-realisasikan
Ketika kita merasakan kangen, kita akan mencari solusi untuk menghilangkan rasa itu. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat rasa kangen itu menghilang. Misalnya ketika mekangenkan masa ketika bercanda tertawa dan melakukan hal-hal yang membuat hati kita terhibur dengan teman dimasa sekolah, dapat dengan cara bertemu namun tak terwujud karna sudah mulai sibuk dengan dunianya masing-masing.
Contoh lainnya ketika kita mekangenkan gebetan namun si dia sudah melupakan kamu tuhh. Syedih.
2.       Datang disaat yang tak tepat
Kadang kangen datang tanpa tau waktu dan tempat. Kangen datang se-enak udelnya aja. Bisa kangen mantan disaat lagi sama pacar, kangen motor yang sudah dicuri ataupun mekangenkan raissa yang sekarang udah dilamar Hamish.
Kalo kaya gini, nih yang repot. Bikin mood berubah mendadak dan solusi apapun tak dapat diwujudkan seperti nomor 1 di atas.

3.       Kangennya tak terbalas
Kamu tau rasanya kangen tak terbalas? Udah ya. Gausah dijelasin. Sakit. Apalagi kangen dia yang udah entah kemana.

Nah sebenernya semua kangen itu indah(kangen band termasuk ga ya?) tapi hal-hal diatas tuh yang bisa bikin rasa kangen menyakitkan. Kadang jadi terbawa baper dan merusak suasana! Kamu pernah ngerasain yang mana? Atau kamu tau hal yang membuat kangen jadi terasa berat di hati? Yuk, isi di kolom komen.

Auf Wiedersehen!


2 comments:

  1. Kok agak ga nyangka sik,muhiraz jago nulis.
    Good luck terus yaaa ipan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga nyangka kenapa? hehe Belom jago kok masih dalam tahap belajar btw, makasih gannn!

      Delete

Untuk kamu, iya, kamu, yang udah mau baca tulisan gue, makasih banget ya.
Tolong dikomentari ya, supaya tulisan-tulisan gue bisa lebih bagus lagi. Komentarnya yang sopan dan ga menyingung, atau akan gue hapus.
Buat yang mau nge-Copy tulisan gue boleh kok, asal ditulis siapa penulis aslinya dan link aslinya.
Makasih.